BEKASI UTARA – Keluhan warga terkait tumpukan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi bahasan utama dalam acara “Ngopi Bareng” yang diadakan oleh RW 02 Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, pada Minggu (27/10).
Acara yang berlangsung santai di pos ormas Pemuda Pancasila ini menjadi ajang dialog langsung antara pengurus RW dan masyarakat.
Dipimpin langsung oleh Ketua RW 02, Ahmad Febri, diskusi hangat dengan ditemani secangkir kopi berhasil menampung berbagai aspirasi. Masalah kebersihan, khususnya penanganan sampah liar dan kesadaran memilah sampah, mencuat sebagai isu paling mendesak.
Menanggapi keluhan tersebut, Ahmad Febri mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengaktifkan kembali program bank sampah dan jadwal ronda kebersihan. Namun, ia menekankan perlunya partisipasi aktif dari seluruh warga agar program ini berjalan maksimal.
“Sinergi yang kuat antara pengurus RW, RT, dan warga adalah modal utama kita untuk menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan aman,” ujar Ahmad Febri. Ia juga menambahkan bahwa akan ada program penanaman pohon di area publik untuk memperbaiki kualitas udara dan memperindah lingkungan.
Febri juga menjelaskan rencana penggunaan dana hibah Rp100 juta dari Pemerintah Kota Bekasi akan diprioritaskan untuk perbaikan saluran air dan drainase guna mencegah banjir, rehabilitasi fasilitas umum, serta pengadaan peralatan kebersihan yang lebih memadai.
“Kami berkomitmen menggunakan dana ini secara transparan dan sesuai kebutuhan mendesak warga. Setiap warga berhak mengetahui dan mengawasi jalannya program ini,” tegasnya, menanggapi pertanyaan warga.
Acara “Ngopi Bareng” ini disambut baik oleh warga, yang berharap inisiatif kolaboratif ini terus berlanjut. Diharapkan, komunikasi yang baik antara pengurus dan warga akan menjadi kunci penyelesaian setiap masalah yang ada.***










